Selasa, 12 November 2013

Kapten Cpn Wahyu Ramdan Meninggak Dunia

Sekitar seminggu sebelum keberangkatan tugasnya ke Kalimantan Utara, Kapten Cpn Wahyu Ramdan banyak meninggalkan pesan kepada istri, anak, dan mertuanya. Wahyu bahkan sempat mengungkapkan ingin dimakamkan di taman makam pahlawan jika dia gugur dalam tugas karena sudah mendapatkan bintang tanda kehormatan. Namun, Melan meminta makam suaminya kelak tidak jauh dari dirinya dan anak-anak di Bandung, Jawa Barat.

”Waktu itu, dia sempat bicara juga sama anak saya mengenai risiko tugasnya bahwa dia bisa pergi untuk selamanya saat bertugas. Sebelum terbang, pukul 09.00, Wahyu juga sempat menelepon anak saya, bilang kalau mau terbang, minta didoakan,” kata Een Rohaeni (52), mertua Wahyu atau ibu dari Melan.

Kapten Wahyu merupakan salah satu korban tewas dari jatuhnya helikopter Mi-17 di Long Pujungan, Malinau, Kalimantan Utara, Sabtu lalu.

Senin (11/11), Melan bersama ketiga anaknya, Agistiar Ramdan (6), Nafisa Safakila Ramdan (3 tahun 6 bulan), dan Nayla Khairana Ramdan (2), serta ayah dan ibunya mendatangi Pangkalan Udara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah. Mereka diminta datang untuk menerima santunan yang diberikan oleh PT Asuransi Sosial ABRI (Asabri) dan dari TNI Angkatan Darat.

Berlarian

Tiba di Lanud Ahmad Yani, Agis, Nafisa, dan Nayla berlarian ke sana kemari dan bermain- main. Een mengatakan, Agis sempat menonton di televisi dan mengetahui bahwa ayahnya meninggal dari siaran berita di televisi. ”Namun, Agis belum tahu meninggal itu apa. Dia kira ayahnya sakit dan tetap akan pulang,” tuturnya.

Sebelum kepergian Wahyu yang menjadi flight engineering ke Kalimantan Utara itu pula, Wahyu sempat menelepon Een dan meminta Een menjaga anak-anaknya. Dia diminta ke Semarang dari Bandung untuk menjaga anak-anaknya selama Wahyu yang dikenal sangat baik dan perhatian itu pergi bertugas.

Tidak hanya kepada Melan dan Een, Wahyu yang bertugas di Skuadron 31/Serbu Penerbad (Penerbangan Angkatan Darat) Semarang bahkan sempat berpesan kepada anak-anaknya untuk dapat meraih cita-citanya kelak ketika mereka dewasa. Ia meminta anak-anaknya memiliki pekerjaan yang tidak berisiko tinggi seperti ayahnya menjadi tentara.

Een mengatakan, saat mendapat kabar duka, Melan tengah berada di Lanud Ahmad Yani untuk menghadiri acara ulang tahun Penerbad. Teman-teman sesama istri anggota Penerbad pada awalnya berupaya menutupi kabar itu hingga akhirnya Melan diberi tahu dan syok.

Sejak Minggu (10/11) diadakan pengajian di asrama Penerbad untuk mendoakan para korban. Bendera setengah tiang dikibarkan dan karangan bunga ucapan turut berbelasungkawa berjajar di halaman Lanud Ahmad Yani.

TNI tanggung anak-anak

Senin siang, hadir pula keluarga Letnan Satu (Cpn) Agung Budi Harjo, Letnan Satu Cpn Rohmad, dan Sersan Kepala Aan Prayitno yang juga tewas dalam kecelakaan itu. Dalam jatuhnya kecelakaan itu, korban tewas mencapai 14 orang. Kepala Staf TNI AD Jenderal Budiman dalam kesempatan tersebut menyerahkan asuransi dari PT Asabri dan santunan dari TNI AD.

Setiap anggota TNI yang gugur dalam tugas mendapat asuransi sebesar Rp 100 juta. Sementara santunan dari TNI AD berjumlah dua kali lipat dari jumlah tersebut. Khusus untuk korban yang telah memiliki anak, mereka akan ditanggung biaya pendidikannya hingga kuliah oleh TNI AD.

Budiman menyatakan berduka sedalam-dalamnya untuk para anggota TNI dan warga sipil yang tewas dalam kecelakaan jatuhnya helikopter Mi-17. ”Kami berkomitmen untuk memperhatikan keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.

Rabu, 02 Oktober 2013

Foxconn

Perusahaan manufaktur teknologi informasi asal Taiwan, Foxconn, ingin cepat menyelesaikan perundingan dengan calon mitranya di Indonesia, PT Erajaya Swasembada, terkait masalah teknis dan substansi kerja sama. "Foxconn memiliki beberapa keinginan yang masih dirundingkan dan mereka justru yang meminta untuk secepatnya diselesaikan," kata Menteri Perindustrian Mohamad S Hidayat, di Jakarta, Selasa.

Hidayat mengatakan, dia telah mendapatkan surat elektronik dari salah satu Deputi Foxconn yang menyatakan bahwa perusahaan asal Taiwan tersebut masih belum 100 persen merasa puas dengan perundingan yang sudah dilakukan.

"Saya mendapatkan salinan e-mail dari salah satu Deputi Foxconn yang dikirimkan ke Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, yang menyatakan perundingan belum memuaskan 100 persen," kata Hidayat. Menurut Hidayat, Foxconn menyatakan kekurangan tersebut terkait dengan substansi kerja sama, namun Hidayat menyatakan bahwa MoU diperkirakan akan ditandatangani pada akhir Agustus atau September 2013 mendatang.

"Saya indikasi Agustus atau September 2013, dan jika melihat isi surat tersebut mereka memang ingin mempercepat penyelesaian," jelas Hidayat. Pada tahun 2012 lalu, Indonesia mengimpor telepon seluler kurang lebih sebanyak 50 juta hingga 60 juta unit atau mencapai nilai 5 miliar dolar Amerika Serikat, dan pada tahun 2013 ini diperkirakan akan meningkat menjadi 70 juta unit.

Foxconn, pembuat produk-produk Apple seperti iPhone dan iPad, sudah menyatakan komitmen investasi di Indonesia hingga 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp100 triliun dalam 10 tahun ke depan.

Jika rencana tersebut terealisasi maka Foxconn pada tahap pertama akan memproduksi komponen untuk telepon genggam, dan diharapkan Foxconn akan memulai pembangunan pada akhir tahun 2013 atau awal tahun 2014 mendatang dan diperkirakan akan mampu menyerap kurang lebih sebanyak 1.000 teknisi.